Founded by Morris Cooper in 1908, in Stratford, East London. Lee Cooper is the first jeans company in Europe. From 'work wear' and ‘military wear’ to 'must wear' the brand continues to develop an international following, continually innovating fashion product design and pioneering in music, from its UK headquarters. Lee Cooper has had a passion for denim design ever since the beginning. Lee Cooper are always on top of trends and technology, but know that genuinely authentic denim doesn't need to be over designed, over washed and over priced.
Hai LC Friends! Satu lagi acara menarik dari Lee Cooper. Lee Cooper bekerjasama dengan Binus University hadir dengan tema “Denim Fun Day With Lee Cooper” yang akan membahas Denim dan segala hal yang berkaitan dengannya.
Acara ini dijamin akan menambah pengetahuan kamu semua tentang dunia fashion, dan pastinya bisa menjadi inspirasi buat kamu dalam mengembangkan ide-ide kreatif.
So, tunggu apalagi, Let’s register yourself now and learn more about denim!
Just check our Facebook and Twitter for more updates about this event. 

Hai LC Friends! Satu lagi acara menarik dari Lee Cooper. Lee Cooper bekerjasama dengan Binus University hadir dengan tema “Denim Fun Day With Lee Cooper” yang akan membahas Denim dan segala hal yang berkaitan dengannya.

Acara ini dijamin akan menambah pengetahuan kamu semua tentang dunia fashion, dan pastinya bisa menjadi inspirasi buat kamu dalam mengembangkan ide-ide kreatif.

So, tunggu apalagi, Let’s register yourself now and learn more about denim!

Just check our Facebook and Twitter for more updates about this event. 

                               Lee Cooper at Fashiontastic 2013 

                                            Pondok Indah Mall

Setelah hampir 20 tahun menjadi bagian dari Pondok Indah Mall,  pada tahun 2013 ini Lee Cooper  iut terlibat dalam event mode tahunan Pondok Indah Mall, Fashiontastic yang bertemakan Etnonesia.

 Dimulai sejak pukul 17.00 WIB, antusiasme pengunjung Pondok Indah Mall dan pelanggan setia Lee Cooper telah terlihat bahkan sejak 30 menit sebelum acara dimulai. Puluhan pengunjung dan tamu undangan yang datang seolah tak sabar untuk menyaksikan perkenalan Lee Cooper Spring/Summer 2013 Collection.

Dalam fashion show di Fashiontastic Pondok Indah Mall, Lee Cooper membagi koleksi Spring/Summer 2013 ke dalam 3 sekuens yang menghadirkan inspirasi berbeda. Dimulai dengan sekuens “Union Jack”, Lee Cooper menampilkan koleksi busana dengan detil print union jack yang jadi salah satu signature Lee Cooper. Pada sekuens pertama ini, LC Friends bisa melihat styling seru dress, atasan seperti kimono, hingga T-shirt koleksi Spring/Summer 2013 Lee Cooper.

Kalau LC Friends suka dengan colorful denim yang sekarang sedang “in”, di sekuens kedua, ada beragam pilihan colorful denim yang dikombinasikan bersama atasan berwarna cerah. Supersoft superstretch jegging, skort, dan atasan rajut ombre yang ada pada sekuens ini jadi pilihan yang tidak boleh dilupakan.

Sementara di sekuens terakhir, koleksi dengan warna monokromatik akan jadi inspirasi yang tepat untuk LC Friends yang senang mengenakan busana berwarna netral. Pada sekuens ini, koleksi Dry Denim Lee Cooper jadi pilihan yang terlalu menarik untuk dilewatkan.

More info about the collection, visit www.leecooper.co.id. Meanwhile, the complete photos are available on our Facebook fan page.

Getting Ready for BLUR’s Concert!

Para pecinta musik, terutama penggemar musik beraliran Britpop tentu sudah tidak asing lagi dengan band asal Inggris satu ini, yup, BLUR. Band yang didirikan oleh empat orang siswa London’s Goldsmith College pada tahun 1989 ini merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah kembali berjayanya Britpop diseluruh dunia. Terdiri atas Damon Albarn(vocal, keyboardist), Graham Coxon(guitarist), Alex James(bassist) dan Dave Rowntree(drummer) BLUR sukses menciptakan gelombang baru penggemar musik Britpop melalui lirik lagu yang cerdas dan komposisi musik yang menyenangkan.

Sepanjang karir bermusiknya, BLUR telah menghasilkan tujuh buah album studio yang dipandang banyak kritikus musik sebagai suatu pencapaian musikalitas yang matang dan kesuksesan komersial. Ketujuh album BLUR tersebut adalah “Leisure” (1991), “Modern Life Is Rubbish” (1993), “Parklife” (1994), “The Great Escape” (1995), “BLUR” (1997), “13” (2009) dan “Think Tank “(2003).

Namun sayangnya, di tahun 2003, BLUR mulai vakum tatkala sang gitaris yang juga merupakan salah satu motor utama band, Graham Coxon, memutuskan hengkang di tahun 2002 saat BLUR tengah merekam album “Think Tank.” Kegoyahan pada band pun tak dapat dielakan lagi setelah motor utama band, Damon Albarn, semakin disibukkan oleh proyek solonya dan menikmati kesuksesan bersama band virtual Gorillaz. Pada akhirnya BLUR memutuskan rehat di dunia musik pada tahun 2006.

Lama tak terdengar kabar, di tahun 2009, BLUR mengadakan reunian pada 2 Juli 2009. Selang dua tahun berlalu, BLUR kembali menghentak jagad musik dengan penampilannya di BRIT AWARDS 2012 dan memboyong Outstanding Achievment Award 2012. Momen kemunculan BLUR di ajang BRIT AWARDS pun jadi pertanda kembalinya BLUR dalam dunia musik, suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu segenap penggemar BLUR diseluruh dunia.

Berita tentang BLUR yang akan melakukan konser tur dunia pun telah menyebar cepat beberapa waktu belakangan. Semua hal itu kemudian bertambah spesial saat beberapa waktu lalu, BLUR mengkonfirmasi jika Indonesia jadi salah satu destinasi konser BLUR di tahun 2013 ini. Tersebutlah festival musik Big Sound Festival yang diselenggarakan Dyandra Entertainment sebagai momen kehadiran BLUR menyapa penggemar mereka di Indonesia. Konser yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2013 nanti, BLUR dikabarkan akan tampil selama 2 jam penuh dan membawakan tak kurang dari 20 lagu hits mereka.

So LC Friends, are you ready for BLUR’s Concert at Big Sound Festival? We have some list what you must to do to prepare this big concert. Check this out!

1. Comfortable Outfit

It’s a must! Perhatikan pakaian yang akan kamu kenakan saat konser nanti. Pastikan kalau pakaian kamu terasa nyaman sehingga kamu bisa lebih menikmati berlangsungnya konser dan juga bisa lebih leluasa menggoyangkan tubuh jika BLUR nantinya membawakan lagu favorit kamu. Untuk gaya yang simple, kamu bisa mengenakan paduan jeans dan T-shirt kesayangan. Apalagi kalau kamu punya T-shirt BLUR, penampilan kamu bisa terlihat makin keren. Satu hal yang juga tak boleh lupa adalah perhatikan sepatu yang akan kamu kenakan, untuk para ladies, tinggalkan heels dan wedges kamu untuk sementara ya.

2. Keep It Simple

Jangan mengenakan aksesoris dan membawa barang secara berlebihan. Jika kamu ingin mengenakan aksesoris, kenakan aksesoris utama saja seperti jam tangan. Kamu juga tidak perlu membawa banyak barang, cukup yang penting saja seperti kartu identitas, handphone dan uang yang bisa ditaruh di tas kecil.

3. Be Prepared For All Kinds of Weather

Tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga bukan? Meski banyak acara outdoor di Indonesia sering menggunakan jasa pawang hujan, tidak ada salahnya kamu tetap mempertimbangkan untuk membawa jaket, hoodie, atau mungkin payung kecil yang bisa kamu pergunakan jika terjadi perubahan cuaca yang tidak diinginkan.

4. Prepare Your BLUR’s Song

Untuk pemanasan dan persiapan sebelum konser ada baiknya kamu mendengarkan ulang lagu-lagu hits BLUR. Kamu bisa menghafalkan lagi lirik-lirik lagu BLUR kesayangan kamu, siapa tahu pada konsernya nanti BLUR akan membawakan lagu favorit kamu, so you can sing a song together with BLUR!

Are you ready for BLUR’s Concert LC Friends? We are ready!

                       Rise & Shine with special offer from us!.
Hallo LC Friends, masih dalam spirit No Mayday in May, Lee Cooper kembali hadir dengan penawaran spesial. Dapatkan voucher belanja senilai Rp 200.000 untuk setiap pembelian produk-produk Lee Cooper minimal Rp 400.000.
Voucher ini berlaku untuk pembelian barang normal dan hanya berlaku di outlet Lee Cooper di bawah ini :
MATAHARI DEPT. STORE - SELURUH INDONESIA
CHANDRA DEPT. STORE - LAMPUNG
MEGA DEPT. STORE - PEKANBARU
GOLDEN TRULY DEPT. STORE - JAKARTA
THE GRAND PALACE - SURABAYA 
ROBERTA DEPT. STORE - MANADO 
SARINAH DEPT. STORE THAMRIN - JAKARTA
LOTUS DEPT. STORE THAMRIN - JAKARTA
Penawaran ini terbatas dan berlangsung mulai tanggal 6-31 Mei 2013. So, Go grab it fast, and happy shopping!. And don’t forget to check our Facebook and Twitter for more updates about this program. 

                       Rise & Shine with special offer from us!.

Hallo LC Friends, masih dalam spirit No Mayday in May, Lee Cooper kembali hadir dengan penawaran spesial. Dapatkan voucher belanja senilai Rp 200.000 untuk setiap pembelian produk-produk Lee Cooper minimal Rp 400.000.

Voucher ini berlaku untuk pembelian barang normal dan hanya berlaku di outlet Lee Cooper di bawah ini :

MATAHARI DEPT. STORE - SELURUH INDONESIA

CHANDRA DEPT. STORE - LAMPUNG

MEGA DEPT. STORE - PEKANBARU

GOLDEN TRULY DEPT. STORE - JAKARTA

THE GRAND PALACE - SURABAYA

ROBERTA DEPT. STORE - MANADO

SARINAH DEPT. STORE THAMRIN - JAKARTA

LOTUS DEPT. STORE THAMRIN - JAKARTA

Penawaran ini terbatas dan berlangsung mulai tanggal 6-31 Mei 2013. So, Go grab it fast, and happy shopping!. And don’t forget to check our Facebook and Twitter for more updates about this program. 

Education, The Makers and Change
"Education is our passport to the future, for tomorrow belongs to the people who prepare for it today."
Malcolm X.
LC Friends, hari ini tepat tanggal 2 Mei, kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Sesuai dengan quote diatas maka hari ini kita akan mencoba membahas apa sih arti edukasi, bagaimana pentingnya pendidikan dan bagaimana kaitannya dalam sudut pandang Lee Cooper.
Pendidikan memang sebuah hal yang sangat penting bagi umat manusia dalam hidupnya. Tanpa pendidikan, dapat dipastikan tidak akan ada yang namanya peradaban manusia dengan segala perkembangannya. Namun apakah saat ini pendidikan memang telah menjadi prioritas semua orang dalam hidupnya? Jawabannya memang agak ironis karena faktanya, pendidikan belum menjadi aset primer yang dimiliki setiap orang dalam hidupnya.
Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yang pertama adalah dari subjeknya sendiri yang tak memperhatikan pentingnya pendidikan dalam hidup mereka, banyak waktu yang terbuang percuma tanpa memikirkan edukasi; akibatnya, banyak yang mindset-nya jalan ditempat atau bahkan bisa dikatakan mundur seiring kemajuan lingkungannya. Belum lagi efek lain seperti kemiskinan, pangangguran hingga hal-hal buruk lainnya sebagai turunan yang nyata dari tak pedulinya seseorang pada pendidikan.
Kedua, penyebab mengapa pendidikan belum menjadi prioritas adalah keterbatasan akses manusia terhadap pendidikan itu sendiri. Sangat banyak remaja di dunia, khususnya di Indonesia yang masih mengalami diskriminasi akan pendidikan. Mulai dari biaya yang sangat tinggi, keterbatasan informasi hingga ketidakmampuan dalam memperoleh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.
Hal tersebut tentu sangat mengherankan karena pemerintah sebagai penyelenggara negara berkewajiban untuk memberikan akses tersebut. Hal ini tak lepas dari pendidikan yang telah ditetapkan sebagai bagian konvenen hak-hak ekonomi sosial budaya yang bersifat universal dan berhak dimilki oleh setiap orang di belahan bumi manapun.
Lantas apa yang menjadi masalah? Kenapa hingga saat ini masih banyak anak-anak yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan? Salah satu faktor yang tak asing lagi adalah korupsi di berbagai sistem pendidikan Indonesia. Anggaran 20% untuk pendidikan jika diterapkan secara real semestinya membawa dampak besar bagi sistem pendidikan di Indonesia namun praktek korupsi malah membuatnya tak berarti. Begitu juga dengan sistem pendidikan yang masih sangat “galau.” Hampir setiap lima tahun ada kurikulum baru yang malah membingungkan, ada juga sistem yang bekerja sangat lambat, contoh terbaru adalah lalainya pelaksanaan Ujian Nasional 2013 yang membuat sebelas provinsi harus diundur pelaksanannya.
Education, The Makers and Change
Nah, dari penjelasan diatas Lee Cooper sebenarnya ingin mengajak kita semua buat benar-benar memperhatikan yang namanya pendidikan. Gak usah masuk ke pembahasan yang lebih kompleks tetapi intinya adalah kita tahu arti pendidikan namun sekaligus juga tahu ada masalah-masalah besar dalam pendidikan itu sendiri.
Apa yang bisa kita perbuat? Sangat sederhana sebetulnya, sambil mengawasi dan menunggu sistem yang lebih baik, kita semua, terutama young generation of this nation harus proaktif juga. Campaign tentang The Makers sebenarnya adalah contoh nyata bahwa masih banyak anak-anak muda Indonesia di luar sana yang memilki mindset untuk terus lebih baik, berbeda, sekaligus juga sangat inspiratif bagi lingkungannya. Bahkan profil para the makers tersebut tak lepas dari yang namanya pendidikan.
Mindset sebenarnya adalah kata kunci dari pendidikan. Pendidikan bukan semata bagaimana sekolah, kuliah, dapat nilai bagus dan bekerja di perusahaan idaman namun yang lebih penting adalah bagaimana pendidikan mampu menciptakan pola pikir yang kaya dan mampu menciptakan perbedaan. Itulah poin utama yang bisa kita lihat dari The Makers Campaign, sosok-sosok dimana kita belajar buat mengembangkan kreasi, pola pikir yang kaya sehingga membuat ide-ide yang berbeda dan juga berguna bagi orang lain.
So, dengan tema No Mayday In May, Lee cooper sangat senang jika bisa menyalurkan semangat tentang pentingnya pendidikan bagi kita semua terutama para generasi muda. Kembali lagi pada penjelasan di awal dengan pendidikan maka kita sebenarnya sedang merintis tiket untuk masa depan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas. Sekali lagi, selamat Hari Pendidikan Nasional and stay tune for our next story about No Mayday in May. Ciao!

Education, The Makers and Change

"Education is our passport to the future, for tomorrow belongs to the people who prepare for it today."

Malcolm X.

LC Friends, hari ini tepat tanggal 2 Mei, kita merayakan Hari Pendidikan Nasional. Sesuai dengan quote diatas maka hari ini kita akan mencoba membahas apa sih arti edukasi, bagaimana pentingnya pendidikan dan bagaimana kaitannya dalam sudut pandang Lee Cooper.

Pendidikan memang sebuah hal yang sangat penting bagi umat manusia dalam hidupnya. Tanpa pendidikan, dapat dipastikan tidak akan ada yang namanya peradaban manusia dengan segala perkembangannya. Namun apakah saat ini pendidikan memang telah menjadi prioritas semua orang dalam hidupnya? Jawabannya memang agak ironis karena faktanya, pendidikan belum menjadi aset primer yang dimiliki setiap orang dalam hidupnya.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yang pertama adalah dari subjeknya sendiri yang tak memperhatikan pentingnya pendidikan dalam hidup mereka, banyak waktu yang terbuang percuma tanpa memikirkan edukasi; akibatnya, banyak yang mindset-nya jalan ditempat atau bahkan bisa dikatakan mundur seiring kemajuan lingkungannya. Belum lagi efek lain seperti kemiskinan, pangangguran hingga hal-hal buruk lainnya sebagai turunan yang nyata dari tak pedulinya seseorang pada pendidikan.

Kedua, penyebab mengapa pendidikan belum menjadi prioritas adalah keterbatasan akses manusia terhadap pendidikan itu sendiri. Sangat banyak remaja di dunia, khususnya di Indonesia yang masih mengalami diskriminasi akan pendidikan. Mulai dari biaya yang sangat tinggi, keterbatasan informasi hingga ketidakmampuan dalam memperoleh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Hal tersebut tentu sangat mengherankan karena pemerintah sebagai penyelenggara negara berkewajiban untuk memberikan akses tersebut. Hal ini tak lepas dari pendidikan yang telah ditetapkan sebagai bagian konvenen hak-hak ekonomi sosial budaya yang bersifat universal dan berhak dimilki oleh setiap orang di belahan bumi manapun.

Lantas apa yang menjadi masalah? Kenapa hingga saat ini masih banyak anak-anak yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan? Salah satu faktor yang tak asing lagi adalah korupsi di berbagai sistem pendidikan Indonesia. Anggaran 20% untuk pendidikan jika diterapkan secara real semestinya membawa dampak besar bagi sistem pendidikan di Indonesia namun praktek korupsi malah membuatnya tak berarti. Begitu juga dengan sistem pendidikan yang masih sangat “galau.” Hampir setiap lima tahun ada kurikulum baru yang malah membingungkan, ada juga sistem yang bekerja sangat lambat, contoh terbaru adalah lalainya pelaksanaan Ujian Nasional 2013 yang membuat sebelas provinsi harus diundur pelaksanannya.

Education, The Makers and Change

Nah, dari penjelasan diatas Lee Cooper sebenarnya ingin mengajak kita semua buat benar-benar memperhatikan yang namanya pendidikan. Gak usah masuk ke pembahasan yang lebih kompleks tetapi intinya adalah kita tahu arti pendidikan namun sekaligus juga tahu ada masalah-masalah besar dalam pendidikan itu sendiri.

Apa yang bisa kita perbuat? Sangat sederhana sebetulnya, sambil mengawasi dan menunggu sistem yang lebih baik, kita semua, terutama young generation of this nation harus proaktif juga. Campaign tentang The Makers sebenarnya adalah contoh nyata bahwa masih banyak anak-anak muda Indonesia di luar sana yang memilki mindset untuk terus lebih baik, berbeda, sekaligus juga sangat inspiratif bagi lingkungannya. Bahkan profil para the makers tersebut tak lepas dari yang namanya pendidikan.

Mindset sebenarnya adalah kata kunci dari pendidikan. Pendidikan bukan semata bagaimana sekolah, kuliah, dapat nilai bagus dan bekerja di perusahaan idaman namun yang lebih penting adalah bagaimana pendidikan mampu menciptakan pola pikir yang kaya dan mampu menciptakan perbedaan. Itulah poin utama yang bisa kita lihat dari The Makers Campaign, sosok-sosok dimana kita belajar buat mengembangkan kreasi, pola pikir yang kaya sehingga membuat ide-ide yang berbeda dan juga berguna bagi orang lain.

So, dengan tema No Mayday In May, Lee cooper sangat senang jika bisa menyalurkan semangat tentang pentingnya pendidikan bagi kita semua terutama para generasi muda. Kembali lagi pada penjelasan di awal dengan pendidikan maka kita sebenarnya sedang merintis tiket untuk masa depan yang lebih baik, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat luas. Sekali lagi, selamat Hari Pendidikan Nasional and stay tune for our next story about No Mayday in May. Ciao!

No Mayday In May
Tahun 2013 sudah berjalan sekitar 4 bulan, bagaimana dengan resolusimu ditahun ini? Sudahkah ada yang terealisasi? Atau masih sebatas rencana? Don’t worry because this whole May, there is nothing to worry about, just be positive and do some real action, so “No Mayday In May.”
First of all, mungkin ada yang tahu tentang makna kata “Mayday” sendiri? Mayday berasal dari bahasa perancis m’aidez yang berarti "Help Me." Kata ini identik dengan beberapa hal, seperti di dunia penerbangan, perkapalan ataupun dunia kepolisian yang menggunakannya dengan tujuan yang sama, yakni kode untuk memberi tahu bahwa mereka sedang minta pertolongan.
So, dengan penjelasan diatas, Lee Cooper membuat campaign untuk mengajak kamu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, enjoy every single step in your life and be strong & independent!
Not only that, Lee Cooper juga hadir dalam berbagai surprise dan program menarik untuk LC Friends di sepanjang bulan Mei. So, Let’s start this Big May with No Mayday In May!

No Mayday In May

Tahun 2013 sudah berjalan sekitar 4 bulan, bagaimana dengan resolusimu ditahun ini? Sudahkah ada yang terealisasi? Atau masih sebatas rencana? Don’t worry because this whole May, there is nothing to worry about, just be positive and do some real action, so “No Mayday In May.”

First of all, mungkin ada yang tahu tentang makna kata “Mayday” sendiri? Mayday berasal dari bahasa perancis m’aidez yang berarti "Help Me." Kata ini identik dengan beberapa hal, seperti di dunia penerbangan, perkapalan ataupun dunia kepolisian yang menggunakannya dengan tujuan yang sama, yakni kode untuk memberi tahu bahwa mereka sedang minta pertolongan.

So, dengan penjelasan diatas, Lee Cooper membuat campaign untuk mengajak kamu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, enjoy every single step in your life and be strong & independent!

Not only that, Lee Cooper juga hadir dalam berbagai surprise dan program menarik untuk LC Friends di sepanjang bulan Mei. So, Let’s start this Big May with No Mayday In May!

Jeans & Fidelity: Memahami Sisi Lain dari Kesetiaan Lewat Jeans

Halo LC friends, kali ini kita akan membahas sekilas mengenai jeans dan pengaruhnya pada gaya hidup masyarakat. Baik, mungkin para LC friends pernah mendengar lagu dari The Rolling Stones yang berjudul The Spider and The Fly, sebuah lagu yang tentunya sangat berpengaruh di jamannya, atau mungkin masih punya tempat bagi telinga kita saat ini.

Jika diperhatikan, dalam lagu tersebut, terdapat lirik, “Don’t wanna be alone but I love my girl at home. I remember what she said. She said, “My, my, my don’t tell lies, keep fidelity in your head.”

Tentu tulisan kita tidak akan membahas makna lagunya secara mendalam, namun yang menjadi poin pertama adalah kata “fidelity” yang digunakan dalam lirik tersebut. Fidelity berarti kesetiaan, atau juga bisa diartikan bersetia pada sesuatu hal dalam kehidupan. Sebuah kata yang terdengar asing bagi kita tentunya, karena biasanya kata kesetiaan hanya diartikan dari “loyalty”, “devoted”, sangat jarang kita menggunakan atau mendengar pemakaian kata “fidelity” sebagai ungkapan kesetiaan dalam konteks keseharian.

Lantas apa kaitannya dengan tema kali ini yang juga membawa nama jeans didalamnya?

Sebelumnya, kita bisa refresh lagi sejarah mengenai jeans itu kembali, khususnya di eranya The Rolling Stones. Jeans pada waktu itu sangat identik dengan sesuatu yang “liar”, memberontak, dan anti kemapanan kebudayaan. The Rolling Stones sendiri juga merupakan ikon dari kelompok Rock & Roll yang sangat dekat dengan jeans, bahkan bagi  mereka sendiri, jeans makin menjadi sebuah gaya hidup yang tak terpisahkan lagi , baik itu saat di panggung ataupun dalam aktivitas sehari-hari.

Kembali lagi ke kata “fidelity”, dalam arti yang lebih spesifik, kata ini sebenarnya selalu identik dengan ide-ide yang bersifat rebellion, bersifat lebih politis, dan syarat akan idealisme kelompok tertentu, sehingga dengan dasar itu, kata ini sangat sesuai dalam lirik-lirik musik rock & roll. Disisi lain, juga tak heran jika kata “fidelity” mungkin masih terdengar sangat asing bagi kita yang hidup dalam eranya budaya “Pop”.

Namun yang paling penting adalah kata “kesetiaan” yang diusung bukan sekedar bersetia pada suatu hal, namun didalamnya terdapat semacam semangat bahwa dengan bersetia, maka akan selalu ada hal-hal baru yang diperoleh didalamnya. Mungkin disinilah letak perbedaan pemahaman kata kesetiaan dan relasinya dengan hal-hal baru. Selama ini mungkin kita memahami bahwa hal-hal baru juga berkaitan dengan selalu berubah dari satu hal ke hal lain, dan tak mungkin bersetia pada satu hal saja akan membuka ruang untuk hal baru itu, tapi melalui “fidelity” ini yang diberitahukan justru sebaliknya, sebuah spirit yang berbeda dari common sense pada waktu itu.

Spirit tersebut tak lepas dari tujuan awal mereka, yakni dengan memperjuangkan kebebasan tanpa harus ditekan oleh pihak-pihak tertentu. Intinya, melalui kesetiaan pada satu ide, maka kelompok tersebut akan mendapatkan sesuatu yang baru, itulah yang disebut dengan kebebasan.

Sehingga, jika kita tarik lagi pada tema tulisan ini, maka jelas bahwa jeans sesungguhnya jadi bagian dari semangat tentang kesetiaan itu. Mungkin saat ini konteksnya sudah berbeda jauh dari eranya Rolling Stones, ataupun masa-masa yang kental dengan situasi “rebel”, namun yang masih bisa dipahami adalah fakta bahwa jeans bukan sekedar bagian dari fashion, namun juga bisa dijadikan acuan dalam memahami sisi lain kebudayaan, bahkan hal semacam “kesetiaan” pun bisa dipahami lewat Jeans.

Nah, mungkin melalui cerita ini, sekarang LC Friends bukan lagi menggunakan jeans sebagai sekedar pakaian, ada semacam semangat yang yang juga “dipakai” ketika mengenakan jeans tersebut, atau mungkin para LC Friends juga bisa mengungakapkan Apa sih arti kesetiaan ataupun hal-hal lain melalui apa yang digunakan dalam keseharian.


Who said April is just about APRIL MOP?. With Lee Cooper, you will never get fooled !. Here The Special Offer, LEE COOPER 30% OFF. Start form 19 April until 5 May 2013, in all LEE COOPER BOUTIQUES, SOGO,  SEIBU, DEBENHAMAS, METRO, MATAHARI, CENTRO, SARINAH.
Also available at PASARAYA (JAKARTA), GOLDEN TRULY (JAKARTA), MEGA (PEKANBARAU), CHANDRA (BANDAR LAMPUNG), TIARA (LOMBOK), ROBERTA (MANADO), GRAND PALACE (SURABAYA).
You will get 30% discount for 2 or more purchase, and 20% for one purchase So, Dress up yourself with special collection from Lee Cooper, including the new collection of Spring/Summer 2013!.
For more info, follow @leecooperindo on Twitter and like our page /leecooperindo on Facebook. Let’s go shopping!

Who said April is just about APRIL MOP?. With Lee Cooper, you will never get fooled !. Here The Special Offer, LEE COOPER 30% OFF. Start form 19 April until 5 May 2013, in all LEE COOPER BOUTIQUES, SOGO,  SEIBU, DEBENHAMAS, METRO, MATAHARI, CENTRO, SARINAH.

Also available at PASARAYA (JAKARTA), GOLDEN TRULY (JAKARTA), MEGA (PEKANBARAU), CHANDRA (BANDAR LAMPUNG), TIARA (LOMBOK), ROBERTA (MANADO), GRAND PALACE (SURABAYA).

You will get 30% discount for 2 or more purchase, and 20% for one purchase So, Dress up yourself with special collection from Lee Cooper, including the new collection of Spring/Summer 2013!.

For more info, follow @leecooperindo on Twitter and like our page /leecooperindo on Facebook. Let’s go shopping!

The Fashion Muses Photo Exhibition

Fashion Muses Photo Exhibition adalah momen dimana kekuatan aneka elemen dalam fashion diabadikan dalam karya fotografi yang apik dan dimunculkan dalam siluet warna minimalis. Dengan memilih palet warna hitam putih pada keseluruhan foto yang ditampilkan, sang fotografer tunggal Glenn Prasetya, sangat piawai memainkan seluruh elemen yang ia libatkan dalam pameran foto “The Fashion Muses”.

Glenn Prasetya memilih jajaran model yang memiliki karakter kuat untuk terlibat dalam pameran fotonya. Sebut saja nama Karenina, Naila Alatas, Dominique Diyose, Paula Verhoeven, Advina Ratnaningsih, Dara Warganegara, Marcella Tanaya, Antie Damayanti, Drina Ciputra, Reti Ragil, J.Ryan, Richard Fiando hingga Thomas yang tercatat jadi bagian dalam pameran foto “The Fashion Muses”. Pemilihan nama-nama tersebut pun tidak dilakukan setengah-setengah oleh Glenn. Pada eksekusi karya fotonya, ia benar-benar menempatkan para model pada judul foto yang terasa sangat sesuai dengan karakter kuat masing-masing model.

Beberapa subtema pun ia hadirkan dalam pameran “The Fashion Muses” seperti diantaranya adalah “Denim Maniac”, “Urip Iku Urup”, “Loro Bloyo” dan “Dear Prudence” yang masing-masing membawa keunikan tersendiri.

Ada yang istimewa pada rangkaian foto bertajuk “Denim Maniac” yang turut ditampilkan pada Fashion Muses Photo Exhibition. “Denim Maniac” menghadirkan sosok laki-laki yang mengenakan wardrobe Lee Cooper yang ditata sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan kesan kecintaan yang besar bahkan cenderung berlebihan terhadap fashion item berbahan denim yang selama ini telah jadi bagian dalam keseharian. Unik dan artistik, rasanya dua kata itu sangat pas untuk melukiskan kesan pada rangkaian foto “Denim Maniac”.

Plaza Indonesia x Lee Cooper Fashion Mob

Plaza Indonesia X Lee Cooper have been hosting the first ever fashion mob that you’ve never seen before. This is a project that involves models, hipsters, muses, fashion bloggers and media friends! Performing: Eka BRNDLS, Lala Karmela, Direct Action Group.

For the complete photo streams, go to our Facebook fan-page and go tag yourself. Cheers a beer!